Friday, August 31, 2012

Martua Sitorus : Kisah Sukses Si Raja Minyak Sawit dan Biodiesel Dunia

Martua Sitorus (Thio Seng Hap atau Ahok) adalah pendiri Wilmar International Limited berasal dari Siantar, Sumatera Utara. Beliau adalah lulusan di bidang ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara. Wilmar merupakan salah satu perusahaan agrobisnis terbesar di Asia. Perusahaan, yang berbasis di Singapura, kegiatan produksi paling otentik di Indonesia. Di negeri ini, Wilmar memiliki sekitar 48 perusahaan yang beroperasi. Salah satunya adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Pada akhir tahun 2005, kelompok usaha formal bernama Wilmar International Limited memiliki total aset sebesar US $ 1,6 miliar, total pendapatan US $ 4,7 miliar, dan laba bersih sebesar US $ 58 juta.

Awalnya Martua memperdagangkan kelapa sawit dan minyak sawit kecil di Indonesia dan Singapura.. Dan, pada tahun 1991 Martua mampu memproduksi minyak sendiri lewat luas areal tanaman kelapa sawit 7100 hektar yang dimilikinya di Sumatera Utara.

Pada 1996 Martua berekspansi ke Malaysia untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di sana. Tidak puas dengan itu, Martua mulai melirik bisnis hilir (produk turunan) yang lebih berharga. Pada 1998 Martua untuk pertama kalinya membangun pabrik yang memproduksi lemak khusus. Kemudian pada tahun 2000 ia juga meluncurkan produk konsumen merek minyak goreng Sania.


Selanjutnya, tahun demi tahun bisnis Martua tumbuh menjadi salah satu perusahaan agribisnis terbesar di Asia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada tanggal 31 Desember 2005, Wilmar memiliki total luas lahan perkebunan kelapa sawit 69.217 hektar, 65 pabrik, tujuh kapal tanker, dan 20.123 karyawan. Wilmar mengekspor produk-produknya ke lebih dari 30 negara. Gile kaya baget tu orang!!

Puncak, Wilmar mencatat Martua di bursa saham Singapura pada bulan Agustus 2006 dengan kapitalisasi pasar mencapai US $ 2 miliar.

Berkat keberhasilannya itu, sosok Martua Sitorus juga lebih menonjol pada tahap bisnis global. Majalah Forbes menempatkan Martua di peringkat 4 dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2010. Kekayaan bersih diperkirakan sebesar US $ 3,2 MILYAR. "Palm Oil King", sosok Martua yang disebut dalam Forbes.

Derom Bangun, ketua harian GAPKI (Kelapa Sawit Indonesia), telah dikenal Martua lebih dari 10 tahun yang lalu. Dan, ia tahu tingkat keberhasilan Martua seperti sekarang karena terhitung pengusaha yang berani memasuki wilayah bisnis baru. "Dia berani mengambil risiko, begitu cepat ia mendapatkan kesempatan," katanya.

Mantan Menteri Pertanian juga telah lama diakui, dan ia melihat Martua Sitorus sebagai seorang pengusaha muda yang sangat dinamis, banyak ide, dan kreatif."Namun, ia cukup low profile atau tidak ingin menonjol," nilai guru IPB.

Seorang teman baik yang enggan disebutkan namanya , Martua Sitorus yang memiliki julukan Ahok, hanya dikenal sebagai pemasok kecil minyak kelapa sawit. "Ia banyak membeli minyak dari negara-negara dan perusahaan untuk menjual lebih banyak di luar negeri," jelasnya. Namun, karena Martua yang juga bernama Thio Seng Hap ini lowprofil , tidak banyak orang yang mengetahui kemajuan usaha. "Jadi, kami terkejut juga setelah melihat ia mampu menjadi bisnis besar," katanya.

Teman baik Martua memperkirakan bisnis Martua bisa tumbuh cepat, karena ia agresif, ia berhasil menangkap pembukaan peluang penjualan pada perusahaan produksi kelapa sawit sebelum negara, pada pada era Orde Baru hanya dikuasai oleh kelompok konglomerat di Indonesia. Sumber Warta Ekonomi menyebutkan jika perusahaan besar di Jakarta yang terkena dampak krisis karyawan rata-rata harus memotong pendapatan sebesar 2,5%, maka karyawan mendapatkan manfaat krisis Wilmar bukan 2,5%.

Namun, Martua Sitorus tidak sendirian dalam mengembangkan Wilmar Corporation. Pada akhir 1980-an, ia menjalin kemitraan dagang dengan Kuok Khoon Hong. pria 57 tahun adalah keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan proferti Malaysia. Keduanya sepakat untuk mengembangkan bisnis bersama.. Wilmar nama disebutkan sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari kedua nama mereka, yaitu William, nama panggilan Kuok Khoon Hong, dan Martua Sitorus. Mereka berdua adalah pemilik signifikan Wilmar Holdings Pte Ltd (sebuah perusahaan holding Wilmar International Ltd). Keduanya berbagi tugas, Kuok Khoon Hong sebagai chairman & CEO dan Martua sebagai chief operating officer (COO) Wilmar International Ltd.



Martua Sitorus keluarga besar juga memainkan peranan penting dalam mengembangkan Wilmar Corp. Istri (Rosa Taniasuri Ong), saudara (Dual Sitorus), saudara perempuan (Bertha, Mutiara, dan Thio Ida), dan ipar (Suheri Tanoto dan Hendri Saksti) Martua berbagai posisi kunci di Wilmar Corp. Bahkan, Hendri Saksti dipercayakan kepada kepala operasional bisnis Wilmar di Indonesia.

Hendri Saksti bukan hal baru untuk bisnis minyak. President Director of PT Cahaya Kalbar Tbk. Presiden Direktur PT Cahaya Kalbar Tbk. Ini mulai bergabung dengan Wilmar Corp. sebagai manajer cabang operasional bisnis minyak sawit Wilmar di Indonesia dan kemudian diangkat sebagai direktur keuangan operasional Wilmar di Indonesia pada tahun 1996. Darius Na, mantan direktur PT Cahaya Kalbar Tbk., Mengungkapkan sebelumnya Hendri juga memiliki karir di PT Astra Agro Lestari Tbk. Darius menggambarkan sosok sebagai pengusaha Hendri cukup ketat dan memiliki visi bisnis untuk selalu berusaha untuk memperbesar kapasitas. "Dia menghitung jumlah orang yang memprioritaskan," katanya.

Kini, bisnis Martua dan Kuok Khoon Hong terus berkembang. Selama sembilan bulan pertama tahun 2006, pendapatan Wilmar Corp. naik 7,8% menjadi US $ 3,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2005 sebesar US $ 3,4 miliar. aba bersih selama sembilan bulan pertama tahun 2006 tumbuh 56,4% mencapai US $ 68.300.000 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2005 sebesar US $ 43.600.000.

Saat ini ada dua isu yang mencuat keluar dari Wilmar Corp. First, Pertama, rencana merger Wilmar dan lini bisnis Kuok Group, milik taipan Robert Kuok, di bidang agrobisnis (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd, dan Kuok Oil & Grains Pte Ltd). Merger ini diharapkan membuat Wilmar sebagai salah satu dari 15 perusahaan terbesar di bursa efek Singapura berdasarkan nilai kapitalisasi pasar. Oleh karena itu, penggabungan ini akan memberikan potensi kapitalisasi pasar Wilmar diperkirakan sebesar US $ 7 miliar. Merger ini juga diharapkan untuk menghasilkan pendapatan gabungan US $ 10 milyar dan laba bersih sebesar US $ 300 juta selama sembilan bulan pertama tahun 2006.

Warta Ekonomi sumber mengatakan merger tidak akan melangkah keluar dari situasi yang terjadi dalam keluarga taipan Robert Kuok. Konglomerat tumbuh lebih tua, tetapi ia tidak merasa nyaman menyerahkan lini agrobisnis Kuok Group untuk anak-anaknya, jadi dia berbalik kembali kepada Kuok Khoon Hong, keponakannya. Pada awalnya, sebenarnya Kuok Khoon Hong adalah juga mendorong orang agribisnis garis Kuok Group. "Namun, karena ada perbedaan visi, Kuok Kuok Khoon Hong memilih keluar dari Group dan merintis bisnis mereka sendiri dengan Martua Sitorus," katanya. Kuok Khoon Hong mendapatkan pasokan minyak kelapa sawit dari Martua dan ia kemudian diekspor ke berbagai negara. "Kombinasi dari embrio Wilmar muncul," jelasnya.

Kedua, rencana ekspansi Wilmar ke bisnis biodiesel. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung menggebrak dengan pembangunan tiga pabrik biodiesel dijadwalkan akan selesai tahun ini dibangun seluruhnya. Masing-masing memiliki kapasitas produksi sebesar 350.000 ton per tahun sehingga total kapasitas mencapai 1,050 juta ton per tahun. 

Sejauh ini, belum ada pabrik biodiesel yang dimiliki oleh perusahaan lain di dunia yang memiliki kapasitas produksi sebesar Wilmar. Selain itu, jika rencana merger direalisasikan, tanaman biodiesel milik PGEO Group Sdn. Bhd.business. dengan kapasitas 100.000 ton per tahun akan terus memperkuat bisnis biodiesel Wilmar.

Menurut Alex Umboh, kepala urusan hukum dan perusahaan Wilmar Corp. di Indonesia, bisnis biodiesel Wilmar prospektif, karena permintaan yang banyak. Selain permintaan dalam negeri sendiri mereka juga datang dari Eropa, Cina, dan Amerika Serikat. Wilmar siap memasoknya. "Di kawasan industri Dumai (di mana tiga pabrik biodiesel Wilmar berada), kami juga telah dilengkapi dengan pelabuhan di," kata Alex. Jadi sekarang tidak hanya Martua pantas nama "raja minyak sawit Asia", tetapi juga layak disebut "raja biodiesel dunia"....

Medan adalah salah satu daerah yang memiliki pengusaha terkenal yang sudah menghasilkan bermilyar-milyar uang. Ada salah satu pebisnis dari Medan yang memiliki bisnis yang bagus dan terkenal di dunia. Beliau adalah Martua Sitorus. Orang medan keturunan Tionghoa ini memiliki bisnis yang sangat maju. Bisnis yang ditekuninya dalam bidang palm oil ternyata mampu membawanya menjadi orang yang terkenal dan sukses. Palm oil terkenal di Indonesia sebagai minyak sawit. Perusahaannya mampu menghasilkan produk yang sangat bagus sehingga banyak orang yang memakainya. Produk-produk dari kelapa sawit memang beragam bentuknya. Dan hampir semuanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari banyak orang. Oleh sebab itu, bisnis ini dapat berjalan dengan baik dan berkembang seiring dengan waktu. Selain itu, beberapa bisnisnya yang dilakukan bersama dengan berbagai kolega dari luar negeri juga mampu memberikan nilai yang lebih baginya dan bagi perusahaannya.
Beliau adalah seorang lelaki Medan yang sukses. Dalam usianya yang berumur 52 tahun, beliau sudah mampu menghasilkan sumber kekayaan yang sangat baik. Palm oil dan self-made adalah beberapa contoh bisnis yang dijalankan oleh para orangtua. Beliau mendirikan Wilmar International sebagai salah satu perusahaan palm oil yang sangat terkenal di Indonesia. Beliau memiliki 4 orang anak dan sekarang tinggal di Singapura. Ternyata, perubahan tempat tinggal mampu merubah jalan bisnis yang dilalui oleh beliau. Walaupun beliau saat ini tinggal di negara tetangga, namun lelaki yang lahir di daerah Pematang Siantar, mampu mengembangkan bisnisnya menjadi sangat besar. Upaya menjadi sangat besar sekarang ini dimulai dengan memulai bisnis sebagai seorang pedagang. Beliau berusaha mendagangkan minyak sawitnya dan juga kelapa sawitnya di Indonesia dan Singapura. Kegiatan tersebut beliau kerjakan dengan baik hingga beliau mampu membeli kebun kelapa sawit yang sangat luas di daerah Sumetara Utara. Bersamaan dengan pembelian kebun tesebut, beliau juga membangun perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak yang dikhususkan da;am pengolahan minyak kelapa sawitnya. Dengan ini, karir bisnis beliau sangat berkembang pesat.
Martua Sitorus Wilmar adalah pemilik Wilmar International Limited dan menduduki kursi direktur eksekutif di perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut menjadi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Singapura karena merupakan perusahaan yang sangat besar di Asia yang bergerak dalam bidang agrobisnis. Beliau memiliki berbgai macam perusahaan yang terkenal. Minyak goreng Sania sebagai salah satu produk minyak goreng yang terkenal adalah hasil produk yang dibuat disalah satu perusahaan tersebut. Dengan jumlah 48 perusahaan yang dimilikinya, beliau mampu meraup keuntungan yang sangat besar sekali. Total aset yang dimiliki oleh beliau sungguh sangat luar biasa sehingga bisa mencapai miliaran Dollar Amerika. Pada tahun 2007 saja aset dari perusahaan beliau mampu menembus US$ 15,5 miliar.

Tahun 2012 Martua Sitorus kembali masuk daftar orang terkaya di Indonesia ke 4 dengan total kekayaan  mencapai $3 milliar.

No comments:

Post a Comment

Mohon komentar yang membangun demi perbaikan Blog ini kedepan...
Apabila ada link yang rusak atau bermasalah mohon informasinya agar segera dapat kami perbaiki

 
Support : Creating Website | Mas Template
Copyright © Oktober 2012. Taufik Irawan ::: Official Community ::: - All Rights Reserved
Template Modify by Taufik Irawan
Proudly powered by Blogger