Berita Terbaru

Monday, February 10, 2014

Warga Sungai Undang Hibahkan Tanah Perkantoran Seruyan

TERIMA HIBAH: Bupati Seruyan Sudarsono didampingi Plt Sekretaris Daerah Syamsurizal saat menyaksikan penandatangan tanah hibah perkantoran dari ahli waris warga Desa Sungai Undang. Dalam kesempatan itu Sudarsono juga memberikan piagam penghargaan kepada seluruh ahli waris.

SEBANYAK 30 orang ahli waris yang merupakan warga Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Seruyan, telah menghibahkan tanah kepemilikannya yang sekarang berdiri beberapa gedung perkantoran Pemkab Seruyan.

Penghibahan lahan seluas 265 hektar itu berlangsung pada acara penandatangan dan penyerahan hibah tanah perkantoran yang dihadiri langsung Bupati Seruyan Sudarsono, di Aula Kantor Desa Sungai Undang, Jum’at pagi (7/2).

Sudarsono mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Desa Sungai Undang, khususnya kepada seluruh ahli waris pemilik tanah yang telah berkenan menghibahkan tanah yang dimilikinya untuk pembangunan Seruyan. Pemkab akan memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian. Guna mengenang jasa yang telah diberikan, pemkab juga akan membuatkan semacam tugu ahli waris di atas tanah yang telah berdiri bangunan perkantoran.
“Nanti kami akan coba membuatkan semacam tugu yang bertuliskan nama ahli waris di depan kantor yang tanahnya telah dihibahkan,” ucap dia.

Dengan dihibahkannya ­tanah perkantoran itu ­kepada pemkab, tentunya warga Desa Sungai Undang khususnya para ahli waris telah membantu Pemkab Seruyan mengatasi masalah opini disclaimer yang saat ini sedang dihadapi daerah.
“Belum adanya hibah tanah dari pemilik ke Pemkab Seruyan, menjadi salah satu alasan Seruyan memperoleh opini diclaimer dari BPK. Karena dari penilaian dan temuan BPK, bangunan kantornya ada, tapi pemiliknya tidak diketahui,” terang ­Sudarsono.

Sumber : 
http://www.borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/11366-warga-sungai-undang-hibahkan-tanah-perkantoran

Saturday, February 8, 2014

Disclaimer Seruyan Jadi Sorotan Nasional

WAWANCARA DISCLAIMER: Bupati Seruyan Sudarsono saat diwawancarai wartawan seputar masalah opini disclaimer, Jumat (7/2). Sudarono yakin seruyan bisa keluar dari opini itu selama kepemimpinannya. Sementara itu, opini yang disandang Seruyan cukup lama itu, seperti diungkapkan Sudarsono, menjadi perhatian nasional.


OPINI disclaimer (tidak ­memberikan pendapat) yang ­disandang ­Pemerintan ­Kabupaten ­Seruyan selama delapan tahun berturut-turut, mengundang keprihatinan banyak pihak. Bupati Seruyan Sudarsono, mengakui opini yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tengah kepada daerah yang baru ­dipimpinnya itu, sudah menjadi sorotan nasional.

“Kabupaten Seruyan mendapat sorotan ­nasional, hanya gara-gara opini disclamer delapan tahun ­berturut-turut dari BPK,” kata ­Sudarsono di Kuala Pembuang, Jum’at (7/2).
Meski tidak merinci ­pihak mana saja yang ­menyoroti opini terburuk dalam p­elaporan keuangan itu, Sudarsono tak juga menampik adanya wacana pemerintah pusat yang akan melebur kabupaten pemekaran yang menyandang opini ­disclaimer selama sepuluh tahun berturut-turut kembali ke daerah induk.
“Seruyan sekarang berada pada tahapan yang sangat dilematis,” ujar dia.

Bupati yang terpilih melalui jalur independen itu, menyampaikan tim BPK RI Perwakilan Kalteng dijadwalkan akan mulai mengkaji dan mengaudit kembali laporan keuangan daerah Pemkab Seruyan tahun anggaran 2013 pada minggu ketiga Februari 2014.
“Bulan ini BPK akan masuk ke Seruyan. Jika hasil pemeriksaan yang diberikan BPK nanti, Seruyan tetap saja memperoleh opini disclaimer untuk kesembilan kalinya, kabupaten pemekaran ini hampir sudah tidak mempunyai harapan lagi,” ungkap dia.

Meski demikian Sudarsono menyakini, dirinya optimistis jika kabupaten yang baru dipimpinnya itu, bisa keluar dari jerat opini disclaimer serta dari bayang-bayang ancaman wacana peleburan kabupaten pemekaran oleh pemerintah pusat.
“Saya sangat yakin dan optimistis, Seruyan bisa keluar dari disclaimer ini. Karena kami sudah melakukan beberapa perbaikan, terutama pada pelaporan keuangan daerah, serta dalam hal ­penganggaran dana. Ada beberapa titik kelemahan yang sudah dibenahi,” tegas dia.
Sudarsono berharap semua pihak khususnya jajaran SKPD yang dipimpinnya bisa saling bahu-membahu mengatasi permasalahan disclaimer itu.

Sumber : http://borneonews.co.id/index.php/head/item/11365-disclaimer-seruyan-jadi-sorotan-nasional

Friday, January 31, 2014

Berkas 8 Tersangka Suap Seruyan Diperiksa Jaksa

PENYIDIK Tipikor Direskrim­sus­ Polda Kalteng telah me­lim­pahkan berkas perkara 8 tersangka kasus suap Kabupa­ten Seruyan ke jaksa.

Namun berkasnya masih pe­limpahan tahap 1. Artinya ji­ka jaksa perlu bahan kele­ng­kapan lain maka berkas di­kembalikan untuk dilengka­pi.
“Kalau nanti belum lengkap­ ya kita lengkapi,” kata Kapol­da­ Kalteng Brigjen Bambang Her­manu, Senin (27/1). Pe­nyi­dik belum mencatat adanya tam­bahan tersangka baru.
Mereka masih fokus supaya­ berkas segera dinyatakan leng­kap. Delapan tersangka su­ap itu adalah Ketua DPRD Se­ruyan Akhmad Sudarji, Wa­kil DRPD Seruyan Baharudin­, Suherlina, Ery Ansyori, Budi­ar­di, dan Totok Sugiarto. Ke­tiganya anggota DPRD Se­ruyan.

Lalu dua pengusaha M Yusuf dan M Yamin. Me­reka tertangkap pada ope­rasi tangkap tangan (OTT) oleh anggota Polres Seru­yan, Senin (23/12/2013) pu­kul 18.00 WIB.
Baharudin, Yusuf, dan­ Yamin sebagai penyuap­ dan sisanya sebagai pene­ri­ma suap dsenilai Rp2,08 mi­liar. Uang itu setelah diambil dari dua pengusa­ha disalah satu bank lalu dikemas menjadi 26 kan­to­ng.
Jumlah kantongan terdi­ri­ dari 22 kantong berisi Rp75 juta, satu kantong Rp70 juta, dua kantong Rp100 juta dan satu kanto­ng Rp130 juta. Si­sanya da­lam koper.

Sumber : http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10941-berkas-8-tersangka-suap-seruyan-diperiksa-jaksa

Friday, January 24, 2014

Keluarga Pejabat Seruyan Jangan Ikut Main Proyek



PROYEK pembangunan yang dilaksanakan di Desa Peyumpa, Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan, pada tahun ini diharapkan jangan ada keluarga pejabat yang ikut bermain proyek. Sebab, apabila keluarga pejabat bermain proyek, malah akan menimbulkan kecemburuan bagi rekanan maupun masyarakat setempat.

Hal itu ditegaskan Kepala Desa Penyumpa Rustam Nese, Senin (20/1), usai menghadiri pelantikan ketua BPD se-Kabupaten Seruyan di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang.
Dirinya atas nama Kepala Desa Penyumpa, berharap kepada para pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Seruyan agar bisa melarang kelurga jangan ikut-ikutan bermain proyek pada tahun anggaran 2014 ini.
“Kami dari warga desa mengharapkan pelaksanaan lelang proyek adil dan harus murni, bukan kelurga pejabat,” ucap dia.

Rustam mengungkapkan, beberapa waktu lalu oknum kelurga pejabat yang sengaja ikut bermain proyek. Pihaknya sangat menyesalkan hal itu. Seharunya, pejabat baik dengan mengatasnamakan orang lain, maupun melalui keluarganya tidak perlu bermain proyek pemerintah. Karena dalam proyek itu ada hak rekanan lain yang dikalahkan.

“Saya mengamati, banyak keluarga pejabat yang mendapatkan proyek pemerintahan karena hubungan kekeluargaannya dengan pejabat di suatu instansi, itu sama dengan kolusi dengan tujuan memperkaya diri sendiri maupun orang lain,” papar dia.
Karena itu, pihaknya mengharapkan dalam membagi proyek pekerjaan jangan mengikutkan keluarga pejabat.

Sumber :
http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10546-keluarga-pejabat-jangan-ikut-main-proyek

Lima Desa Di Seruyan Akan Terima Dana Alokasi Desa Tertinggi

LIMA desa di Seruyan akan menerima anggaran tertinggi untuk Alokasi Dana Desa (ADD) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2014.


Kelima desa yang akan menyerap dana ADD lebih besar dibandingkan desa lainnya itu, yakni Desa Tumbang Manjul, Pemantang Panjang, Baung, Pembuang Hulu I dan Asam baru. Kelima desa itu akan menerima dana sekitar Rp339 juta.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), Seruyan Dadan ­Supandy, mengatakan kelima desa itu mendapatkan ­jatah maksimal karena jarak dan tingkat kemiskinan.
“Setiap desa menerima dana ADD ini jumlahnya ­tidak sama, karena melihat kategori desa penerima,” kata dia.

Ada tiga kategori dalam penentuan besaran ADD, yakni memerhatikan jumlah penduduk, jangkauan dan luas wilayah. Apabila memenuhi ketiganya desa akan mendapat kucuran dana ADD lebih banyak dibandingkan desa lainnya yang tidak memenuhi kriteria.
Dari 97 desa dan tiga kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Seruyan, desa penerima ADD ­terendah yakni Desa Halimaung Jaya dengan besaran ADD hanya Rp168 juta. Sedangkan desa-desa lainnya rata-rata mendapatkan dana sekitar Rp149 juta.

“Tetapi dana ADD itu belum bisa dicairkan karena masih tahap usulan,” jelas Dadan.
Pencairan dana ADD masih menunggu laporan Surat Pertanggungjawaban (SPj), yang belum diserahkan beberapa desa. SPj itu guna mengetahui sejauhmana penggunaan dana ADD pada tahun sebelumnya. “Kami harapkan apabila SPj sudah selesai, dana ADD berikutnya segera dicairkan, diperkirakan Maret nanti sudah cair semuanya,” ucap mantan Camat Hanau itu
 
Sumber :
http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10608-lima-desa-terima-add-terbesar

HGU Perkebunan Seruyan Akan Dicek Ulang



PANEN SAWIT: Salah seorang buruh kebun disalah satu PBS di Seruyan saat memanen buah sawit, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Pemkab Seruyan akan melakukan pengecekan dan inventarisasi ulang terhadap HGU milik beberapa perusahaan perkebunan.


LUASAN Hak Guna Usaha sejumlah perusahaan besar swasta perkebunan diduga banyak yang tidak sesuai dengan perizinan yang diberikan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan menelusuri kembali luasan areal HGU perusahaan.


Bupati Seruyan Sudarsono, menegaskan langkah itu diambil guna menindaklanjuti dan mencari titik kebenaran dari semua permasalahan sengketa lahan yang sering mencuat antara perusahaan dengan masyarakat.
“Investigasi kembali terhadap luasan izin HGU perusahaan yang akan dilakukan itu tetap mengacu pada prosedur hukum yang berlaku,” tegas dia.

Guna lancarnya peninjauan di lapangan, tim bentukan pemkab akan bekerjasama dengan kepolisian, mengantisipasi tindakan anarkis dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Data-data luasan HGU perusahaan di atas kertas akan dicocokan dengan data yang diperoleh saat pengecekan di lapangan,” ujar dia.
Apabila ditemui perusahaan yang membuka ­areal perkebunannya melebihi luasan HGU yang ­diberikan, pemkab tidak segan-segan mengenakan sanksi tegas.
“Kami menginginkan persoalan sengketa lahan dapat segera diselesaikan, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan, baik itu perusahaan atau masyarakat,” kata dia.

Selama ini, berawal dari masalah sengketa lahan, tidak jarang memunculkan konflik di lapangan. Bahkan, karena disusupi kepentingan pihak-pihak luar, masyarakat akhirnya berani melakukan tindakan kriminalitas yang melanggar hukum dalam menuntut penyelesaian ­sengketanya.
“Tindakan (melawan hukum) itu dilakukan karena dia (warga) merasa telah kehilangan mata ­pencaharian, seperti berkebun ataupun bertani,” jelas Sudarsono.

Bupati yang terpilih melalui jalur independen itu juga meminta aparatur ­seperti camat dan kepala desa proaktif ikut memasilitasi permasalahan itu.
Sebelumnya, Sudarsono telah menegaskan dirinya tidak akan memberikan izin baru kepada PBS maupun investor untuk pemanfaatan lahan, kecuali bagi plasma masyarakat, karena akan meningkatkan ekonomi ­masyarakat.
Sumber : 
http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10606-hgu-perkebunan-akan-dicek-ulang

Wednesday, January 22, 2014

Menampilkan Judul Postingan Blog Lain Diblog Kita

Karena memiliki beberapa blog dan bermaksud menampilkan judul blog satu ke blog yg lain agar saling berhubungan maka saya posting artikel. Berikut ini adalah cara menampilkan daftar judul posting terbaru berdasarkan label tertentu. Widget ini sebenarnya sudah banyak dipublikasikan oleh para master blogger, saya bagikan kepada Anda yang mungkin kebetulan mampir di blog ini dan sedang mencari widget seperti ini. Widget ini akan lebih baik jika dikombinasikan dengan widget lain seperti menu Accordion yang bisa Anda lihat pada bagian footer blog ini (POPULAR SERIES). 
Script widget ini menggunakan javascript dan dipublikasikan oleh www.bloggersentral.com pada May 2010. Untuk mengimplementasikan widget ini cukup mudah, Anda hanya perlu menambahkan sebuah gadget type HTML/Javascript pada sidebar blog, atau pada bagian footer blog Anda. Berikut ini adalah detail cara Menampilkan Judul Posting Berdasarkan Label;
  • Login ke blogger dengan ID Anda 
  • Pada halaman dashboard blogger pilih menu Layout > Add a gadget, pilih gadget type HTML/Javascript
  • Selanjutnya masukkan script berikut ini ke dalam Content gadget 

<script type="text/javascript">
function recentpostslist(json) {
 document.write('<ul>');
 for (var i = 0; i < json.feed.entry.length; i++)
 {
    for (var j = 0; j < json.feed.entry[i].link.length; j++) {
      if (json.feed.entry[i].link[j].rel == 'alternate') {
        break;
      }
    }
var entryUrl = "'" + json.feed.entry[i].link[j].href + "'";//bs
var entryTitle = json.feed.entry[i].title.$t;
var item = "<li>" + "<a href="+ entryUrl + '" target="_blank">' + entryTitle + "</a> </li>";
 document.write(item);
 }
 document.write('</ul>');
 }
</script>
<script src="BLOG URL ANDA/feeds/posts/summary/-/Bisnis?max-results=JUMLAH POSTINGAN&alt=json-in-script&callback=recentpostslist"></script>

  • Sebelumnya jangan lupa untuk mengganti script yang ditulis dengan warna biru dengan URL blog Anda, warna hijau dengan Label Artikel yang ingin ditampilkan serta warna merah dengan angka berdasarkan judul posting per label yang akan tampil dan klik tombol Save untuk menyimpan gadget.
  • Untuk script yang dicetak tebal <ul> dapat di ganti dengan <ol> agar daftar judul posting tampil dengan nomor urut.

Tuesday, January 21, 2014

Revitalisasi Lahan Plasma Masyarakat Seruyan Tidak Jelas

RENCANA program revitalisasi penyediaan lahan plasma bagi masyarakat dari Pemkab Seruyan, hingga kini nasibnya masih terkatung-katung.

Beragam upaya yang telah dilakukan pemkab untuk merealisasikan realisasi rencana itu, masih terbentur dengan status kawasan yang masih berupa hutan produksi (HP).
Menurut Bupati Seruyan Sudarsono, sebenarnya lahan yang akan dijadikan plasma bagi masyarakat Seruyan sudah tersedia. Hanya saja, status lahannya, masih terbentur kawasan HP.

Sehingga dalam pemanfaatan maupun pengelolaannya, harus mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan.
Sementara itu, informasi yang dia terima dari pemerintah pusat , tenggang waktu bagi pemerintah daerah yang ingin merubah status areal kawasan (lahan) hanya tersisa hitungan hari.
“Jika sampai 23 Januari 2014 nanti, berkas yang diajukan untuk lahan pembukaan plasma belum ditandatangani Menteri Kehutanan, harus menunggu kembali Menteri Kehutanan yang baru di periode berikutnya,” kata Sudarsono di Kuala Pembuang, Senin (20/1).
http://vsi-job.blogspot.com/2014/01/panduan-calon-mitra-vsi.html

Padahal, mengenai rencana pelaksanaan program penyediaan plasma bagi masyarakat ini, sudah ­banyak pihak ketiga maupun perusahaan yang siap mengerjakannya, dan hasilnya akan dibagi kepada ­masyarakat sesuai dengan pola kemitraan plasma.

Sebelumnya, Sudarsono menyebut ada tiga masalah pokok yang dihadapi Seruyan saat ini. Ketiga masalah itu yakni sengketa lahan, tuntutan plasma hingga masalah ketenagakerjaan.
“Hampir separuh ­energi pemkab hanya habis untuk menangani ketiga masalah itu. Namun selaku pemimpin daerah, menjadi kewajiban saya untuk menyelesaikan,” kata dia
Sumber :
http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10434-revitalisasi-lahan-plasma-masyarakat-tidak-jelas

Monday, January 20, 2014

Pengelolaan Pantai Sungai Bakau Seruyan Butuh Pihak Ketiga

PANTAI SUNGAI BAKAU: Ribuan pengunjung memadati objek wisata Pantai Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, beberapa waktu lalu. Pada tahun ini, pemkab akan menambah sejumlah fasilitas untuk menarik wisatawan.

OBJEK wisata pantai Sungai Bakau yang menjadi andalan tempat wisata masyarakat Seruyan, membutuhan kerjasama penanganan dari pihak ketiga.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Pariwisata (Disnakertranspar) Kabupaten Seruyan, Megantoro, sampai saat ini pihaknya masih mengalami kendala dalam mengelola objek wisata tersebut. Belum ada pihak ketiga yang bisa diajak bekerjasama dalam memajukan sektor wisata itu.

“Dengan adanya kerjasama dengan pihak ketiga, tentunya pemerintah daerah khususnya Disnakertranspar akan jauh lebih mudah dalam mengembangkan dan memajukan tempat wisata unggulan tersebut,” kata Megantoro di ruang kerjanya kepada Borneonews, belum lama ini.
Untuk tahun ini, kata Megan, pihaknya akan melengkapi beberapa fasilitas pendukung di lokasi wisata pantai tersebut, seperti penambahan kamar ganti dan WC yang saat ini masih kurang. “Dengan penambahan beberapa fasilitas penunjang itu, setidaknya dapat terus menarik minat masyarakat untuk datang ke lokasi itu.”
http://vsi-job.blogspot.com/2014/01/panduan-calon-mitra-vsi.html

Berdasarkan data yang dimiliki, tingkat kunjungan Pantai Sungai Bakau dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung menurun. Pada 2010 jumlah pengunjung mencapai sebanyak 29.453, untuk 2011 menurun menjadi 22.515 pengunjung, untuk 2012 menurun menjadi 19.301 pengunjung. Sedangkan 2013 angka pengunjung naik manjadi 24.371.
“Penurunan jumlah pe-ngunjung ini karena fasilitas yang tersedia di lokasi wisata itu masih kurang. Namun ke depan, fasilitas akan kami benahi satu per satu.” Sehingga pengunjung dapat lebih betah saat bertandang ke lokasi itu.

Sumber :
http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/seruyan/item/10360-pengelolaan-pantai-sungai-bakau-butuh-kerjasama-pihak-ketiga

Berita

More on this category »

Tutorial Komputer

More on this category »

Intermezo

More on this category »

Coretanku

More on this category »

Tips Bloging

More on this category »

Koleksi Buku

More on this category »

Lagu

More on this category »

Tips SEO

More on this category »
 
Support : Creating Website | Mas Template
Copyright © Oktober 2012. Taufik Irawan ::: Official Community ::: - All Rights Reserved
Template Modify by Taufik Irawan
Proudly powered by Blogger